Reburn Your Spirit !

Tentu kita sebagai warga negara yang baik, tahu dan pernah membaca kisah kepahlawanan Arek-arek Suroboyo. Mereka berjuang mati-matian mempertahankan kemerdekaan RI yang mencoba direnggut dengan paksa kembali oleh Inggris. Dalam kisah kepahlawanan itu, kita tahu siapa yang menjadi komando pertempuran habis-habisan itu. Dialah Bung Tomo.

Yah, Bung Tomo yang dengan semangatnya yang luar biasa, menggema dan menggemparkan jagat Surabaya sehingga menggentarkan hati pasukan Inggris. Dengan teriakan takbir “Allohu Akbar”, beliau menggelorakan dan membakar semangat pasukan Arek-arek Suroboyo. Sehingga pertempuran itu membuahkan kemenangan. Teriakan yang membakar semangat para pejuang dan arek-arek Suroboyo, itu adalah teriakan yang saya sebut sebagai Reburn Spirit, membakar semangat kembali. Membakar semangat yang akan memudar karena tekanan penjajahan yang membuat ciut nyali dan kendurnya keberanian. Reburn memiliki akar kata “re” yang berarti “kembali” dan “burn” yang berarti “membakar”. Berarti, reburn adalah membakar kembali. Reburn jika disandingkan dengan “ your spirit” berarti Bakar Kembali Semangatmu. ( mohon maaf jika susunan/tata bahasa inggrisnya salah…).

 Reburn your spirit yang saya maksudkan adalah saat kita mengalami bad mood, down, tidak bersemangat, hampir putus asa, tak ada pilihan lagi, maka tiada lain pilihan kecuali membakar kembali semangat yang hampir punah itu. Hal ini selalu dilakukan oleh mereka para pejuang. Sekali lagi, para pejuang. Karena pejuang tidak mengenal menyerah sedangkan pecundang temannya berkeluh kesah. Mungkin ada 3 (tiga) hal yang dapat membakar kembali semangat kita yang mulai memudar :

Pertama, rebuild dream. Membangun kembali mimpi-mimpimu. Pahlawan adalah para pemimpi sejati sedangkan pecundang adalah orang yang tidak pernah bermimpi. Bermimpi saja takut apalagi punya mimpi. Mimpi yang saya maksudkan adalah bukan sekedar mimpi yang menjadi bunga tidur, tetapi mimpi yang dibangun dari penalaran dan keyakinan serta kesadaran. Mimpi yang terencana, tersusun dengan rapi dengan step-step yang pasti. Mimpi yang dapat membatasi aktivitas selain yang mendukung tercapainya mimpi itu. Jadi, bermimpilah, dan jangan pernah takut bermimpi. Karena mimpi bukti kita memiliki intelektualitas. 

Kedua, resharp pray. Maksud saya adalah mempertajam kembali doa-doamu. Ini adalah sisi kemanusiaan yang mengakui kekuatan di balik layar dunia ini. Penyerahan total kepada Yang Maha Merencanakan adalah kekuatan yang tidak dimiliki oleh para pecundang. Mimpi yang baik akan menjadi sebuah kenyataan jika didukung oleh penyerahan total kepada Sang Pemilik Kesuksesan. Hari-harinya tidak pernah berhenti dari berdoa dan mendekatkan diri kepada Ilahi. Penyerahan total, iyya kana’budu wa iyya kanasta’in, adalah bukti kelemahan manusia yang hanya bisa merencanakan dan memiliki kekuatan untuk meminta dikabulkan. Berdoa adalah bukti kita memiliki spiritualitas.

Ketiga, rehard action. He…he… maksud saya adalah bekerja keras kembali. Berusahalah, karena Allah SWT memberikan beban pekerjaan kepada manusia sudah sesuai dengan kemampuan manusia itu. Dan Allah SWT tidaklah akan mengubah keadaan seseorang jika dia sendiri tidak mau merubah keadaannya sendiri. Kerja keras adalah kunci keberhasilan. Kerja keras adalah bukti kita memiliki phisic. Tidak ada pahlawan dengan tiba-tiba saja atau dengan kebetulan, tetapi mereka terbentuk dari kejadian-kejadian yang luar biasa seperti emas permata yang berasal dari pasir yang mendapat perlakuan luar biasa kerasnya. Atau batu bata yang baik adalah berasal dari tanah liat yang yang mendapat perlakuan tidak biasanya. Karenanya, marilah saya dan anda serta kita untuk membangun mimpi-mimpi kita lagi kemudian menyerahkan keberhasilan itu kepada Allah SWT tanpa meninggalkan kerja keras yang terukur dan terarah. 

SELAMAT menjadi PAHLAWAN ! Terima kasih Ustadz Anis Matta atas inspirasinya…..
Read more: http://bahasaarabokebanget.blogspot.com/2013/03/reburn-your-spirit.html#ixzz2QtM5VZY8

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *