Kriteria Kenaikan Kelas


Dalam rangka mengatur kenaikan kelas maka perlu dibuat aturan Aturan kenaikan ditetapkan sebagai wujud dari komitmen sekolah. Kenaikan kelas ditetapkan berdasarkan hasil belajar peserta didik selama 1 (satu) tahun pembelajaran yang diperoleh dari rata-rata nilai semester ganjil dan semester genap dan persyaratan lainnya. Adapun kategori dan kriteria kenaikan kelas diatur berikut ini.

Kenaikan kelas kategorikan menjadi 3 (tiga), yaitu (1) naik kelas murni, (2) kenaikan ditunda, dan (3) tidak naik kelas. Kriteria ketiga kategori tersebut sebagai berikut :

a) Peserta didikdinyatakan naik kelas murni apabila telah memenuhi syarat:
(1)      Semester ganjil semua mata pelajaran minimal mencapai KKM.
(2)      Pada semester genap telah mencapai dan atau melampaui standar ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan.
(3)      Tidak terdapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada lebih dari 3 mata pelajaran pada semester genap yang diikuti.
(4)      Memperoleh nilai sekurang-kurangnya KKM pada mata pelajaran PAI, PPKn, B. Indonesia, Tahsin dan Tahifdz.
(5)      Berakhlak dan berbudi pekerti yang baik.
(6)      Kehadiran siswa minimal 80% dalam satu semester
(7)      Tidak melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan disiplin sekolah.
(8)      Kenaikan kelas berdasarkan hasil musyawarah kepala sekolah dan dewan guru.
b) Peserta didik dinyatakan kenaikan kelasnya ditunda apabila :
(1)        Terdapat satu atau lebih mata pelajaran yang tidak mencapai standar ketuntasan belajar minimal (KKM) yang telah ditetapkan pada mata pelajaran PAI, PPKn, B. Indonesia, Tahsin dan Tahfidz.
(2)        Berakhlak dan berbudi pekerti yang baik.
(3)        Kehadiran siswa minimal 80% dalam satu semester
(4)        Tidak melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan disiplin sekolah.
(5)        Kenaikan kelas berdasarkan hasil musyawarah kepala sekolah dan dewan guru.

Catatan : Peserta didik yang dinyatakan kenaikan kelasnya ditunda diwajibkan mengikuti dan menyelesaikan program perbaikan/remedial dari guru mata pelajaran yang belum tuntas selambat-lambatnya sepekan pada hari permulaan tahun pembelajaran berikutnya. Apabila sampai batas waktu tersebut siswa yang bersangkutan tidak menyelesaikan program yang ditetapkan guru mata pelajaran, maka siswa tersebut dinyatakan tidak naik kelas.

c)   Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila:
(1)   Terdapat satu atau lebih mata pelajaran yang tidak mencapai standar ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan
(2)   Memperoleh tidak mencapai KKM pada mata pelajaran PAI, PPKn, B. Indonesia, Tahsin dan Tahfidz.
(3)   Berakhlak dan berbudi pekerti kurang baik
(4)   Kehadiran siswa kurang dari 80% dalam satu semester
(5)   Melakukan pelanggaran berat terhadap peraturan dan disiplin sekolah.
(6) Kenaikan kelas berdasarkan hasil musyawarah kepala sekolah dan dewan guru.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *